TEMUKAN BERITA TERBARU

Cari berita terbaru, wawasan, acara dan cerita mengenai Sari Mas Permai!

BERITA BARU DAN TERKINI

Kami memberikan informasi lebih lanjut tentang apa yang sedang terjadi di Sari Mas Permai, petumbuhan, kegiatan terbaru kami dan masih banyak lagi. Ikuti terus perkembangan kami melalui Facebook dan LinkedIn untuk berita terbaru kami!
WHAT'S HAPPENING IN SARI MAS PERMAI?

Asupan Energi Alternatif Untuk Malnutrisi Energi

[ ARTIKEL ] 13/APRIL/2017 14.20

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013, gizi kurang masih merupakan masalah yang perlu ditangani.  Prevalensi gizi kurang pada balita 19,6%, anak dan remaja usia 5-18 tahun antara 9 sampai dengan 11%.  Prevalensi kekurangan energi kronis (KEK) pada wanita hamil menunjukkan angka yang cukup tinggi yaitu 24,2%. Hal ini cukup memprihantinkan karena kekurangan energi kronis pada ibu hamil akan berdampak pada kualitas perkembangan janin di dalam kandungannya sehingga akan berisiko melahirkan bayi dengan bayi berat lahir rendah (BBLR) dan stunting (pendek).


Survey Diet Total tahun 2014 menunjukkan data yang menunjang hal tersebut, proporsi penduduk dengan angka kecukupan energi kurang dari 70% (<70% AKE) masih tinggi pada kelompok usia remaja (13-18 tahun), yaitu 52,5%, demikian pula pada usia 19-55 tahun, yaitu 50%.  Pada kelompok ibu hamil baik di pedesaaan dan perkotaan dengan angka kecukupan energi kurang dari 70% (<70% AKE) sebanyak 52,5% dan 51,5%.  Tingginya proporsi penduduk dengan angka kecukupan energi kurang dari 70% merupkan masalah gizi yang harus diperhatikan.   Kelompok usia remaja merupakan kelompok usia yang strategis terutama pada remaja wanita, karena dalam waktu tidak terlalu lama akan menjadi ibu hamil sehingga cadangan energinya sangat diperlukan untuk menunjang masa kehamilan. Kelompok ibu hamil lebih penting lagi karena secara langsung akan berpengaruh pada perkembangan janin yang sedang dikandungnya.


Untuk mencegah kekurangan energi, diperlukan bahan makanan yang mengandung sumber energi yang tinggi.  Bahan makanan sumber yang dapat dijadikan sumber energi adalah bahan makanan sumber karbohidrat dan lemak.  Bahan makanan sumber karbohidrat terdiri dari beras, gandum (dalam bentuk tepung terigu), jagung, kentang, sagu dan singkong.  Bahan makanan sumber lemak terdiri dari bahan makanan yang berasal dari hewani (daging sapi, daging ayam, ikan) dan yang berasal dari nabati kacang-kacangan.  Selain itu bahan makanan sumber lemak adalah minyak goreng.


Berdasarkan Survey Diet Total 2014, minyak yang paling banyak digunakan adalah minyak kelapa sawit dan minyak kelapa.  Dan diantara kedua minyak tersebut, minyak kelapa sawit merupakan minyak yang paling banyak digunakan karena produksinya yang melimpah dan ketersediaan di pasaran yang lebih banyak, selain harganya yang lebih murah diantara jenis minyak lainnya. Minyak kelapa merupakan minyak yang lebih sedikit digunakan oleh penduduk Indonesia. Tidak banyak yang mengetahui keunggulan minyak kelapa dibandingkn dengan minyak lainnya.


Minyak kelapa merupakan minyak yang mengandung asam lemak rantai menengah mencapai lebih dari 70%. Hal ini menyebabkan minyak ini mudah dicerna karena untuk diabsorpsi di usus halus tidak memerlukan proses emulsifikasi oleh asam empedu. Minyak ini juga tidak memerlukan bantuan enzim lipase untuk diserap dan relatif lebih mudah larut di dalam darah sehingga dapat menjadi energi di dalam sel dengan lebih cepat, mirip dengan glukosa.  Dalam hubungannya dengan kebutuhan energi, minyak kelapa dapat menjadi bahan makanan alternatif untuk mencegah malnutrisi energi, karena mudah menjadi energi dan memiliki kepadatan energi yang tinggi karena 1 gram minyak kelapa akan menghasilkan 9 kilokalori di dalam tubuh, sedangkan 1 gram glukosa 4 kilokalori.  Sebagai contoh, apabila kita mengkonsumsi 10 gram minyak kelapa maka akan menghasilkan sekitar 86 kkal, dan untuk menghasilkan jumlah energi yang sama diperlukan 100 gram kentang, atau 70 gram nasi putih, atau 40 gram roti tawar atau 70 gram singkong atau 70 gram mie basah artinya hanya dengan menggoreng menggunakan 1 sendok makan minyak kelapa akan didapatkan energi yang setara dengan mengkonsumsi 100 gram kentang.


 


Berdasarkan hal-hal di atas, maka disarankan untuk meningkatkan asupan energi pada remaja dan ibu hamil, dapat dilakukan dengan cara meningkatkan asupan minyak kelapa. Caranya adalah dengan mengganti minyak yang biasa digunakan dengan minyak kelapa dan menggoreng minimal salah satu dari makanan yang dikonsumsi dalam setiap kali makan utama dengan minyak kelapa.