Medium Chain Triglyceride (MCT) pada Minyak Kelapa

Articles

21/02/2022

Share :

Dari sekian banyak pilihan sumber minyak nabati di Indonesia, minyak kelapa mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Selain harga yang relatif murah, ketersediaannya cukup banyak di Indonesia. Selain itu, minyak kelapa tidak meningkatkan kolesterol dalam darah dan dapat menjadi bahan antimikroba yang ampuh. Kedua alasan terakhir menjadi hal yang dapat dipertimbangkan khususnya dalam pengembangan industri oleofood.

Pengertian Medium Chain Triglyceride (MCT)

Medium Chain Triglyceride (MCT) merupakan kelompok lemak unik yang mengandung asam lemak dengan rantai karbon c6-Clz yang bersifat jenuh (asam kaproat, kaprilat, kaprat, dan Iaurat). MCT mulai tersedia secara komersial pada tahun 1955 dan mengalami peningkatan pemakaiannya karena keunikan sifatnya.

Sejarah Medium Chain Triglyceride (MCT)

MCT mempunyai sejarah panjang dalam penggunaannya sebagai sumber lemak dalam produk nutrisi pengobatan karena keunikan jalur metaboliknya. Selain untuk individu yang bermasalah dengan penyerapan lemak di atas, MCT juga merupakan sumber energi yang baik bagi pasien yang memerlukan pola makan berenergi, seperti pasien yang mengalami gangguan penyerapan lemak tubuh, bayi prematur, dan penyakit berbahaya lain dapat tertolong dengan menggunakan MCT.

Saat hi, terdapat peningkatan perhatian masyarakat pada penggunaan MCT sebagai penyedia sumber energi untuk produk-produk nutrisi olahraga, karena MCT dapat memberi sumber energi penguat (konsentrat) dan tersedia secara cepat. MCT juga digunakan dalam produk minuman dar-gel seperti halnya dalam produk batangan (bars).

Manfaat MCT Bagi Tubuh

MCT dimetabolisme seperti halnya karbohidrat. MCT lebih cepat terhidrolisis, lebih lengkap daripada LCT, dan lebih cepat terserap. Sifat kelwutan MCT di dalam air yang lebih tinggi sehingga MCT dapat memasuki sistem sirkulasi, masuk ke dalam liver secara langsung melalui pembuluh darah balik (vena) dan dengan cepat dibakar menjadi energi, yang berarti MCT tidak tersimpan (tertimbun) di dalam jaringan tubuh.

Sifat MCT yang tidak termetabolisme seperti lemak konvensional, dapat menjadi sumber energi yang baik bagi individu yang mengalami gangguan penyerapan lemak, seperti ketidakmampuan untuk membentuk asam bile atau ketidakmampuan untuk membentuk enzim dengan jumlah yang cukup untuk metabolisme LCT.

Proses Metabolisme MCT dan LCT Dalam Tubuh

Penyerapan, transpor, dan metabolisme MCT berbeda dengan LCT. MCT (C6- CI2) diangkut melalui sirkulasi pembuluh darah secara langsung menuju liver dan mengalami oksidasi yang cepat met~jadi energi dan hanya sedikit yang di bawa ke jaringan tepi @eripheral tissues) atau pengendapan lemak oleh lipoprotein.

OIeh karena itu, MCT tidak mendorong terjadinya kegemukan dan penyakit jantung. Sedangkan LCT (C14-C24) diserap melalui sistem getah bening (limpa) dare sebagian besar (70%) oleh lipoprotein kemudian disirkulasikan secara sistematis sebelum akhirnya mencapai liver. Selain itu, lemak dan minyak sejenis MCT memberikan ketersediaan sumber energi yang dapat dioksidasi dan digunakan tubuh dengan cepat.

Baca Juga : Manfaat Minyak Kelapa untuk Kesehatan Tubuh

Coconut Oil Indonesia

Berita Terkait

butuh bahan baku kelapa terbaik?